Text
ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN PADA PROSES TRANSAKSI DI BANK BRI UNIT SUKASARI CIANJUR
Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K.Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya solution of some problem in the teory of probability of signififance in automatic Telephone Exchange. Erlang melakuan eksperimen tentang fluktuasi telepon yang berhubungan dengan automaticdialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara otomatis.rnBank BRI unit sukasari cianjur adalah perusahaan perbankan yang memiliki banyak pesaing terutama dari Bank-Bank swasta dan Bank pemerintah lainnya. Bank BRI unit sukasari cianjur memiliki komitmen menjaga amanah dari nasabah dan masyarakat secara luas. Permasalahan yang sering terjadi ialah adanya antrian yang cukup panjang pada hari-hari sibuk tertentu. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak bank dalam merancang sistem operasionalpetugas layanannya tersebut agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal.rnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan sistem antrian ini yang dapat diapliasikan olehBank BRI unit Sukasari Cianjur, untuk mengetahui kinerja sistem antrian,pola kedatangan dan pola pelayanan nasabah, mengetahui kecepatan pelayanan, rata-rata yang diberikan teller dalam melayani nasabah, dan mengetahui berapa jumlah teller yang optimal sesuai dengan tingkat aspirasi yang diinginkan pihak perusahaan. rnUntuk mengetahui distribusi sesuai data yang diamati dan juga untuk mengetahui bahwa data tersebut dapat dijamin atau mendekati kebenaran dengen distribusi populasi yang diamsusikan maka dilakukan uji kecocokan distribusi. Pengujian kecocokan distribusi dilakukan dengan menggunakan Metode Chi-Square Test untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa data mengikuti distribusi tertentu.rnDari hasil perhitungan dengan model sistem antrian jalur ganda diperoleh bahwa hari-hari sibuk kerja teller yaitu hampir setiap hari kerja. Oleh karena itu menurut penulis masalah kinerja sistem antrian pada Bank BRI Unit Sukasari Cianjur yaitu pada banyaknya jumlah nasabah yang mengantri untuk mendapatkan layanan, dan penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakseimbangan kapasitas dimana jumlah teller tidak sesuai dengan kapasitas nasabah yang datang pada periode sibuk.rnPengurangan jumlah nasabah yang mengantri dalam proses transaksi dilakuukan melalui penambahan jumlah teller. Hasil perhitungan penulis dengan melakukan penammbahan satu orang teller diperoleh penurunan jumlah nasabah yang mengantri sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Kecepatan kedatangan nasabah berdistribusi paisson dengan kedatangan rata-rata yaitu: Hari senin adalah 25 nasabah/hari selasa adalah 22 nasabah/jam, hari rabu adalah 19 nasabah/jam, hari kamis adalah 20 nasabah/jam, hari jumat adalah 21 nasabah/jam. Waktu pelayanan nasabah berdistribusi eksponensial dengan kecepatan pelayanan rata-rata adalah 0,31 menit/nasabah atau 19 nasabah/jam. Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K.Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya solution of some problem in the teory of probability of signififance in automatic Telephone Exchange. Erlang melakuan eksperimen tentang fluktuasi telepon yang berhubungan dengan automaticdialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara otomatis.rnBank BRI unit sukasari cianjur adalah perusahaan perbankan yang memiliki banyak pesaing terutama dari Bank-Bank swasta dan Bank pemerintah lainnya. Bank BRI unit sukasari cianjur memiliki komitmen menjaga amanah dari nasabah dan masyarakat secara luas. Permasalahan yang sering terjadi ialah adanya antrian yang cukup panjang pada hari-hari sibuk tertentu. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak bank dalam merancang sistem operasionalpetugas layanannya tersebut agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal.rnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan sistem antrian ini yang dapat diapliasikan olehBank BRI unit Sukasari Cianjur, untuk mengetahui kinerja sistem antrian,pola kedatangan dan pola pelayanan nasabah, mengetahui kecepatan pelayanan, rata-rata yang diberikan teller dalam melayani nasabah, dan mengetahui berapa jumlah teller yang optimal sesuai dengan tingkat aspirasi yang diinginkan pihak perusahaan. rnUntuk mengetahui distribusi sesuai data yang diamati dan juga untuk mengetahui bahwa data tersebut dapat dijamin atau mendekati kebenaran dengen distribusi populasi yang diamsusikan maka dilakukan uji kecocokan distribusi. Pengujian kecocokan distribusi dilakukan dengan menggunakan Metode Chi-Square Test untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa data mengikuti distribusi tertentu.rnDari hasil perhitungan dengan model sistem antrian jalur ganda diperoleh bahwa hari-hari sibuk kerja teller yaitu hampir setiap hari kerja. Oleh karena itu menurut penulis masalah kinerja sistem antrian pada Bank BRI Unit Sukasari Cianjur yaitu pada banyaknya jumlah nasabah yang mengantri untuk mendapatkan layanan, dan penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakseimbangan kapasitas dimana jumlah teller tidak sesuai dengan kapasitas nasabah yang datang pada periode sibuk.rnPengurangan jumlah nasabah yang mengantri dalam proses transaksi dilakuukan melalui penambahan jumlah teller. Hasil perhitungan penulis dengan melakukan penammbahan satu orang teller diperoleh penurunan jumlah nasabah yang mengantri sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Kecepatan kedatangan nasabah berdistribusi paisson dengan kedatangan rata-rata yaitu: Hari senin adalah 25 nasabah/hari selasa adalah 22 nasabah/jam, hari rabu adalah 19 nasabah/jam, hari kamis adalah 20 nasabah/jam, hari jumat adalah 21 nasabah/jam. Waktu pelayanan nasabah berdistribusi eksponensial dengan kecepatan pelayanan rata-rata adalah 0,31 menit/nasabah atau 19 nasabah/jam. Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K.Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya solution of some problem in the teory of probability of signififance in automatic Telephone Exchange. Erlang melakuan eksperimen tentang fluktuasi telepon yang berhubungan dengan automaticdialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara otomatis.rnBank BRI unit sukasari cianjur adalah perusahaan perbankan yang memiliki banyak pesaing terutama dari Bank-Bank swasta dan Bank pemerintah lainnya. Bank BRI unit sukasari cianjur memiliki komitmen menjaga amanah dari nasabah dan masyarakat secara luas. Permasalahan yang sering terjadi ialah adanya antrian yang cukup panjang pada hari-hari sibuk tertentu. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak bank dalam merancang sistem operasionalpetugas layanannya tersebut agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal.rnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan sistem antrian ini yang dapat diapliasikan olehBank BRI unit Sukasari Cianjur, untuk mengetahui kinerja sistem antrian,pola kedatangan dan pola pelayanan nasabah, mengetahui kecepatan pelayanan, rata-rata yang diberikan teller dalam melayani nasabah, dan mengetahui berapa jumlah teller yang optimal sesuai dengan tingkat aspirasi yang diinginkan pihak perusahaan. rnUntuk mengetahui distribusi sesuai data yang diamati dan juga untuk mengetahui bahwa data tersebut dapat dijamin atau mendekati kebenaran dengen distribusi populasi yang diamsusikan maka dilakukan uji kecocokan distribusi. Pengujian kecocokan distribusi dilakukan dengan menggunakan Metode Chi-Square Test untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa data mengikuti distribusi tertentu.rnDari hasil perhitungan dengan model sistem antrian jalur ganda diperoleh bahwa hari-hari sibuk kerja teller yaitu hampir setiap hari kerja. Oleh karena itu menurut penulis masalah kinerja sistem antrian pada Bank BRI Unit Sukasari Cianjur yaitu pada banyaknya jumlah nasabah yang mengantri untuk mendapatkan layanan, dan penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakseimbangan kapasitas dimana jumlah teller tidak sesuai dengan kapasitas nasabah yang datang pada periode sibuk.rnPengurangan jumlah nasabah yang mengantri dalam proses transaksi dilakuukan melalui penambahan jumlah teller. Hasil perhitungan penulis dengan melakukan penammbahan satu orang teller diperoleh penurunan jumlah nasabah yang mengantri sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Kecepatan kedatangan nasabah berdistribusi paisson dengan kedatangan rata-rata yaitu: Hari senin adalah 25 nasabah/hari selasa adalah 22 nasabah/jam, hari rabu adalah 19 nasabah/jam, hari kamis adalah 20 nasabah/jam, hari jumat adalah 21 nasabah/jam. Waktu pelayanan nasabah berdistribusi eksponensial dengan kecepatan pelayanan rata-rata adalah 0,31 menit/nasabah atau 19 nasabah/jam. Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K.Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya solution of some problem in the teory of probability of signififance in automatic Telephone Exchange. Erlang melakuan eksperimen tentang fluktuasi telepon yang berhubungan dengan automaticdialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara otomatis.rnBank BRI unit sukasari cianjur adalah perusahaan perbankan yang memiliki banyak pesaing terutama dari Bank-Bank swasta dan Bank pemerintah lainnya. Bank BRI unit sukasari cianjur memiliki komitmen menjaga amanah dari nasabah dan masyarakat secara luas. Permasalahan yang sering terjadi ialah adanya antrian yang cukup panjang pada hari-hari sibuk tertentu. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak bank dalam merancang sistem operasionalpetugas layanannya tersebut agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal.rnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan sistem antrian ini yang dapat diapliasikan olehBank BRI unit Sukasari Cianjur, untuk mengetahui kinerja sistem antrian,pola kedatangan dan pola pelayanan nasabah, mengetahui kecepatan pelayanan, rata-rata yang diberikan teller dalam melayani nasabah, dan mengetahui berapa jumlah teller yang optimal sesuai dengan tingkat aspirasi yang diinginkan pihak perusahaan. rnUntuk mengetahui distribusi sesuai data yang diamati dan juga untuk mengetahui bahwa data tersebut dapat dijamin atau mendekati kebenaran dengen distribusi populasi yang diamsusikan maka dilakukan uji kecocokan distribusi. Pengujian kecocokan distribusi dilakukan dengan menggunakan Metode Chi-Square Test untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa data mengikuti distribusi tertentu.rnDari hasil perhitungan dengan model sistem antrian jalur ganda diperoleh bahwa hari-hari sibuk kerja teller yaitu hampir setiap hari kerja. Oleh karena itu menurut penulis masalah kinerja sistem antrian pada Bank BRI Unit Sukasari Cianjur yaitu pada banyaknya jumlah nasabah yang mengantri untuk mendapatkan layanan, dan penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakseimbangan kapasitas dimana jumlah teller tidak sesuai dengan kapasitas nasabah yang datang pada periode sibuk.rnPengurangan jumlah nasabah yang mengantri dalam proses transaksi dilakuukan melalui penambahan jumlah teller. Hasil perhitungan penulis dengan melakukan penammbahan satu orang teller diperoleh penurunan jumlah nasabah yang mengantri sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Kecepatan kedatangan nasabah berdistribusi paisson dengan kedatangan rata-rata yaitu: Hari senin adalah 25 nasabah/hari selasa adalah 22 nasabah/jam, hari rabu adalah 19 nasabah/jam, hari kamis adalah 20 nasabah/jam, hari jumat adalah 21 nasabah/jam. Waktu pelayanan nasabah berdistribusi eksponensial dengan kecepatan pelayanan rata-rata adalah 0,31 menit/nasabah atau 19 nasabah/jam. Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K.Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya solution of some problem in the teory of probability of signififance in automatic Telephone Exchange. Erlang melakuan eksperimen tentang fluktuasi telepon yang berhubungan dengan automaticdialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara otomatis.rnBank BRI unit sukasari cianjur adalah perusahaan perbankan yang memiliki banyak pesaing terutama dari Bank-Bank swasta dan Bank pemerintah lainnya. Bank BRI unit sukasari cianjur memiliki komitmen menjaga amanah dari nasabah dan masyarakat secara luas. Permasalahan yang sering terjadi ialah adanya antrian yang cukup panjang pada hari-hari sibuk tertentu. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak bank dalam merancang sistem operasionalpetugas layanannya tersebut agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal.rnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan sistem antrian ini yang dapat diapliasikan olehBank BRI unit Sukasari Cianjur, untuk mengetahui kinerja sistem antrian,pola kedatangan dan pola pelayanan nasabah, mengetahui kecepatan pelayanan, rata-rata yang diberikan teller dalam melayani nasabah, dan mengetahui berapa jumlah teller yang optimal sesuai dengan tingkat aspirasi yang diinginkan pihak perusahaan. rnUntuk mengetahui distribusi sesuai data yang diamati dan juga untuk mengetahui bahwa data tersebut dapat dijamin atau mendekati kebenaran dengen distribusi populasi yang diamsusikan maka dilakukan uji kecocokan distribusi. Pengujian kecocokan distribusi dilakukan dengan menggunakan Metode Chi-Square Test untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa data mengikuti distribusi tertentu.rnDari hasil perhitungan dengan model sistem antrian jalur ganda diperoleh bahwa hari-hari sibuk kerja teller yaitu hampir setiap hari kerja. Oleh karena itu menurut penulis masalah kinerja sistem antrian pada Bank BRI Unit Sukasari Cianjur yaitu pada banyaknya jumlah nasabah yang mengantri untuk mendapatkan layanan, dan penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakseimbangan kapasitas dimana jumlah teller tidak sesuai dengan kapasitas nasabah yang datang pada periode sibuk.rnPengurangan jumlah nasabah yang mengantri dalam proses transaksi dilakuukan melalui penambahan jumlah teller. Hasil perhitungan penulis dengan melakukan penammbahan satu orang teller diperoleh penurunan jumlah nasabah yang mengantri sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Kecepatan kedatangan nasabah berdistribusi paisson dengan kedatangan rata-rata yaitu: Hari senin adalah 25 nasabah/hari selasa adalah 22 nasabah/jam, hari rabu adalah 19 nasabah/jam, hari kamis adalah 20 nasabah/jam, hari jumat adalah 21 nasabah/jam. Waktu pelayanan nasabah berdistribusi eksponensial dengan kecepatan pelayanan rata-rata adalah 0,31 menit/nasabah atau 19 nasabah/jam.
No copy data
No other version available